Selasa, 21 Desember 2010

ciuman pertama

Itulah tegukan pertama dari cawan yang telah diisi oleh para dewa dari air pancuran cinta. Itulah batas antara kebimbangan yang menghiburkan dan menyedihkan hati dengan takdir yang mengisinya dengan kebahagiaan. Itulah baris pembuka dari suatu puisi kehidupan , bab pertama dari suatu novel tentang manusi a. Itulah tali yang menghubungkan pengasingan masa lalu dengan kejayaan masa dep an. Ciuman pertama menyatukan keheningan perasaan-perasaan dengan nyanyiannyanyi annya. Itulah satu kata yang diucapkan oleh sepasang bibir yang menyatukan hati sebagai singgahsana, cinta sebagai raja, kesetiaan sebagai mahkota. Itulah sentu han lembut yang mengungkapkan bagaimana jari-jemari angin mencumbui mulut bunga mawar, mempesonakan desah nafas kenikmatan panjang dan rintihan manis nan lirih. Itulah permulaan getaran-getaran yang memisahkan kekasih dari dunia ruang dan m atra dan membawa mereka kepada ilham dan impian-impian. Ia memadukan taman bunga berbentuk bintang-bintang dengan bunga buah delima, menyatukan dua aroma untuk melahirkan jiwa ketiga. Jika pandangan pertama adalah seperti benih yang ditabur kan para dewa di ladang hati manusia, maka ciuman pertama mengungkapkan bunga pe rtama yang mekar pada ranting pohon cabang pertama kehidupan. Kahlil Gibran

Tidak ada komentar:

Posting Komentar